Jumat, 15 Maret 2013

Buntil Kutasari


Menyebut buntil, barangkali terasa aneh bagi sebagian masyarakat kota. Apalagi mereka yang belum pernah menikmatinya. Sejatinya, buntil sebagai lauk yang biasa dijajakan di pasar tradisional, memiliki rasa yang pas untuk menemani nasi.

Sebagian masyarakat kota, ada yang menyebut buntil mirip dengan bothok yang dibungkus dengan daun muda singkong dan diberi sedikit cairan kuah pedas yang terbuat dari santan. Isinya adalah parutan kelapa yang diberi bumbu. Daun pembungkus yang lain yang sering digunakan adalah daun talas atau daun sente. Berbeda dengan bothok, daun pembungkus pada buntil juga dapat turut dikonsumsi. Bothok biasanya dibungkus menggunakan daun pisang.

Adalah hal yang sangat istimewa ketika banyak orang memburu buntil. Di sebuah pasar tradisional di Kecamatan Kutasari, hampir setiap hari orang mencari buntil khas Kutasari. Sebenarnya, buntil itu dibuat oleh seorang warga Dukuh Carangmanggang, Desa Karangbanjar, kecamatan Bojongsari, bernama Ny Kasmini. Hanya saja, Kasmini yang sudah menjajakan buntil 44 tahun lalu, lebih sering berjualan di Kutasari. Akhirnya, buntil itu cenderung disebut sebagai buntil Kutasari.

Jumat, 01 Maret 2013

mengenal Kesenian Tradisional Banyumasan :


Kesenian Tradisional Banyumasan :

Seni dan Budaya khas Banyumasan tumbuh dan berkembang seusia dengan peradaban Jawa Kuna.
Budaya Banyumasan juga diperkaya dengan masuknya gaya budaya Mataram (Yogya-Solo) dan Sunda (Pasundan/Priangan) dan kini mulai disisipi pernik-pernik kontemporer. Dari budaya Banyumasan ini lahir bentuk-bentuk kesenian tradisional yang juga berkarakter Banyumasan seperti ebeg,lengger-calung, angguk, wayang kulit gagrak Banyumasan, gendhing Banyumasan, begalan dan lain-lain. Sedangkan di wilayah yang berbatasan langsung dengan daerah Jawa Barat lebih memiliki gaya budaya Pasundan seperti kesenian sisingaan, gendang rampak, rengkong, calung dan lain-lain

Ebeg

Ebeg' adalah jenis tarian rakyat yang berkembang di wilayah Banyumasan. Varian lain dari jenis kesenian ini di daerah lain dikenal dengan namakuda lumping atau jaran kepang, ada juga yang menamakannya jathilan (Yogyakarta) juga reog (Jawa Timur) namun di wilayah Kecamatan Tambak (Wilayah Kabupaten Banyumas bagian selatan) lebih dikenal dengan nama "ebeg". Tarian ini menggunakan “ebeg” yaitu anyaman bambu yang dibentuk menyerupai kuda berwarna hitam atau putih dan diberi kerincingan. Penarinya mengenakan celana panjang dilapisi kain batik sebatas lutut dan berkacamata hitam, 

Hasil Quick Count Pilkada Banyumas 2013 Final



Hasil Quick Count Pilkada Banyumas 2013 Final
Ditulis oleh: Adriyanto Prasetyo -
Hasil Quick Count Pilkada Banyumas 2013 Final. Pemilihan Kepala Daerah atau Bupati kabupaten Banyumas Periode 2013-2018 yang digelar 17 Februari 2013 dan berlansung dengan baik. Sejumlah Hasil hitung cepat (Quick Count) yang digelar lembaga survei dan Komisi Pemilihan Umum Banyumas, untuk sementara memperlihatkan kemenangan mereka.

"Pasangan Husen-Budhi menang satu putaran dengan perolehan suara 45,43 persen," kata Manajer Strategi Pemenangan Jaringan Ssuara Indonesia, Herujito, Senin 18 Februari 2013.

Husein merupakan inkumben wakil bupati yang mencalonkan diri menjadi calon bupati. Sebelumnya, ia mendampingi Bupati Banyumas, Mardjoko. Pemilihan bupati-wakil bupati digelar Ahad 17 Februari 2013.

Herujito mengatakan, angka tersebut menjadikan pasangan yang di usung oleh Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan Kabupaten Banyumas dan Partai Persatuan Pembangunan itu memenangi pemilihan.

Untuk pasangan lainnya, Muhsonuddin-Hendri mendapatkan persentase sebesar 12,02 persen, nomor urut dua Mardjoko-Gempol Suwandono medapatkan suara sebanyak 30,31 persen. Pasangan independen, Toto Dirgantoro-Saefuddin mendapatkan suara 4,06 persen, Anteng Tjahyono Widyadi-Dwi Basuki mendapatkan persentase sebesar 3,49 persen, dan terakhir pasangan Warman-Winarni memperoleh angka 4,69 persen.

Selasa, 26 Februari 2013

Pesan dari mantan residen mBanyumas Gell

ass segenap warga dan pengurus bms gell di sumut,,ciptakan keguyuban dan kerukunan diantara kita semua junjung tinggi norma2 dlm wadah terwujudnya Sosial kemasyarakatan sbg bentuk realita wong guyub lan rukun, ini sbg momentum lahirnya wahana kemitraan yg positif di tengah masy,,,wass,,jayalah wong ngapak jadilah satria piningit sing ngademi wargane"" ( Mantan Residen Bms gell SUBENO Mw.SH.MH